Kontruksi Pemikiran Sufistik Sayyed Hossein Nasr Tentang Ecological Ethics (Studi Terhadap Pandangan Suwito)

Authors

  • Mukhamad Anieg Author

DOI:

https://doi.org/10.38102/qnytqj48

Keywords:

Etika Ekologi, Kosmologi Sufi, Sayyed Hossein Nasr, Suwito

Abstract

Abstrak: Tentu, kajian tentang etika lingkungan menjadi penting untuk dikaji, terutama setelah tokoh sufi Sayyed Hossein Nasr mengembangkan konsep (ecological ethics) yang kemudian banyak mengilhami para pemikir muslim kontemporer seperti Suwito dalam kajian ekologi sufi. Kajian penting dalam penelitian ini terutama untuk mengetahui biografi intelektual Sayyed Hossein Nasr dan pemikirannya tentang etika lingkungan dalam kosmologi sufi menurut pandangan Suwito. Sumber data primer penelitian ini diambil dari jurnal ilmiah yang ditulis Suwito tentang etika lingkungan menurut pandangan Sayyed Hossein Nasr, sedangkan sumber data primer dari buku, jurnal, dan tulisan yang lain yang relevan dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ecological ethics Nasr menurut pandangan Suwito diturunkan dari basic tasawuf Ibn `Arabî, walaupun kemudian dikembangkan lebih sistematis. Nasr memandang hubungan antara alam yang beraneka ragam dengan Tuhan ibarat satu wajah dengan seribu cermin. Allah adalah tunggal, hanya saja pantulannya yang banyak, maka semesta “memuat” aspek Tuhan. Tuhan hanya dapat memantul dengan kualitas “penuh” pada insân kâmil yang berfungsi sebagai khalîfah di bumi. Tugas khalîfah adalah melestarikan semesta yang menjadi “wadag” Tuhan. Belajar melalui alam, sama dengan belajar langsung dengan pencipta alam yakni Allah SWT. Sayyed Hossein Nasr kemudian mengembangkan konsep tauhid wahdat al-wujûd menjadi teori rim and axis. Pada teori ini, Manusia yang dapat menggunakan maha hati (intelek) adalah khalîfah dan sekaligus `abd Allâh. Mereka inilah yang dapat memahami alam sebagai teofani Tuhan. Dengan demikian, merusak alam sama dengan “merusak’ Tuhan. Dalam konteks etika lingkungan modern, Nasr dapat digolongkan dalam kelompok eco-spirituality atau green spirituality, atau tepatnya dalam kelompok eco-sufisme, yang kontras berbeda dengan antroposentrism maupun eco-centrism.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-05

How to Cite

Kontruksi Pemikiran Sufistik Sayyed Hossein Nasr Tentang Ecological Ethics (Studi Terhadap Pandangan Suwito). (2024). Didaktika Islamika, 15(01), 37-63. https://doi.org/10.38102/qnytqj48